Dia Ikhlas dan Hati Sayapun Sakit
“Luruskanlah muka dirimu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya” (QS. Al-A’raaf : 29)
Pernah tidak kita berbuat sesuatu tapi ada ganjalan dalam hati kita, atau mengalami ini nih, orang lain suatu ketika kita suruh dengan tidak sok memerintah tentunya loh… kemudian dia tuh melaksanakan apa yang kita mintai bantuannya misalnya menyapu lantai depan karena kita udah menyapu yang belakang coz mau nyapu depan ko ga sempet keburu telat ke kantor jadi ya tadi terus minta tolong temen kamu yang kebetulan lagi sempet n santai. Kerjanya tuh kayak tidak ikhlas glutak glutuk sana sini tang teng kaya orang lagi sebel gitu, otomatis kita kan ga enak atau parahnya sakit hati. terus kita basa basi “ah ga ikhlas nih…” terus temen kita ngejawabnya “Ikhlas itu ada dalam hati” waduh kalo udah ngomong kaya gitu terus gimana….ha! gimana ini ha…!!!! (eh sori kok jadi ikutan mbentak pembaca yaaa he he he….).
Ikhlas, sebuah kata yang indah, terdiri dari enam huruf Ia berarti membersihkan hati dari maksud-maksud pribadi, dari motif individu seperti ingin dipuji, ingin orang merasa segan pada kita. Ikhlas juga bisa diartikan ketulusan hati bahwa Allah adalah satu-satunya tujuan kita, dalam bertindak dan bertutur kata selalu mengedepankan Allah, loh berarti kalo kita berucap harus didahului kata Allah? Seperti “Allah, masa kamu mau pergi sih Don?!” kaya gitu sih wajar lha coba kalau kalimatnya seperti “Allah, kamulah orang yang terbengis yang aku lihat” padahal kata-kata itu sebenarnya untuk temannya yang memang jahat, lah kan jadi malah berdosa, gimana sih? Ya ga gitu kale…. Read the rest of this entry »