My first day

31 03 2008

Ini adalah hari yang sangat berbeda dengan biasanya, hari ini aku menemukan setitik harapan untuk bisa kembali, ya kembali memulai hidup yang telah lama mati, mati dari sntuhan, mati dari kedekatan dan kecintaanku kepada-Nya.

Pagi ini tanggal 31 maret aku membuka lokerku seperti biasa, belum sempat mengambil baju yang ada didalamnya tiba-tiba aku dikejutkan dengan dua lembar kertas yang sisi-sisinya gosong oleh bakaran obat api. Spontan aku langsung mengambil kertas yang penuh dengan coretan tangan itu “apa-apaan ini buang kertas gosong dilokerku” sambil mengumpat aku melmpar kertas itu. Tapi entah mengapa aku jadi ingin mengambilnya lagi, penasaran lalu kubaca isinya

isi kertas gosong itu demikian, saya tulis tanpa menambahi maupun mengurangi kata-kata didalamnya :

Read the rest of this entry »





Dia Ikhlas dan Hati sayapun Sakit

18 03 2008

Dia Ikhlas dan Hati Sayapun Sakit

“Luruskanlah muka dirimu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya” (QS. Al-A’raaf : 29)


Pernah tidak kita berbuat sesuatu tapi ada ganjalan dalam hati kita, atau mengalami ini nih, orang lain suatu ketika kita suruh dengan tidak sok memerintah tentunya loh… kemudian dia tuh melaksanakan apa yang kita mintai bantuannya misalnya menyapu lantai depan karena kita udah menyapu yang belakang coz mau nyapu depan ko ga sempet keburu telat ke kantor jadi ya tadi terus minta tolong temen kamu yang kebetulan lagi sempet n santai. Kerjanya tuh kayak tidak ikhlas glutak glutuk sana sini tang teng kaya orang lagi sebel gitu, otomatis kita kan ga enak atau parahnya sakit hati. terus kita basa basi “ah ga ikhlas nih…” terus temen kita ngejawabnya “Ikhlas itu ada dalam hati” waduh kalo udah ngomong kaya gitu terus gimana….ha! gimana ini ha…!!!! (eh sori kok jadi ikutan mbentak pembaca yaaa he he he….).

Ikhlas, sebuah kata yang indah, terdiri dari enam huruf Ia berarti membersihkan hati dari maksud-maksud pribadi, dari motif individu seperti ingin dipuji, ingin orang merasa segan pada kita. Ikhlas juga bisa diartikan ketulusan hati bahwa Allah adalah satu-satunya tujuan kita, dalam bertindak dan bertutur kata selalu mengedepankan Allah, loh berarti kalo kita berucap harus didahului kata Allah? Seperti “Allah, masa kamu mau pergi sih Don?!” kaya gitu sih wajar lha coba kalau kalimatnya seperti “Allah, kamulah orang yang terbengis yang aku lihat” padahal kata-kata itu sebenarnya untuk temannya yang memang jahat, lah kan jadi malah berdosa, gimana sih? Ya ga gitu kale…. Read the rest of this entry »