Tukang parkir

3 04 2008

Assalamu’alaikum sobat semua

Apa yang terbayangkan jika qita harus ditakdirkan jadi tukang parkir, yaa baik di mall2, depan rumah sakit, restoran sampai warung2 kecil atau ruko…… gimana?

Pasti banyak pendapat mengenai hal ini, ada yang ogah2an lah, gengsilah, sampai dibelain nganggur dari pada harus jadi tukang parkir.

Uuuups tapi tunggu dulu… tukang parkir disini bukan seperti apa yang qita bayangkan, bukan seperti apa yang ada dalam imajinasi qita dan bukan seperti yang kita lihat dijalanan, lalu?

Ya tukang parkir disini adalah Bagaimana kita menjadi tukang parkir tanpa harus menjadi tukang parkir, loh kok bisa?

Bisa donk, sekalipun kita presiden misalnya kita juga harus menjadi tukang parkir.

Kita bayangkan sejenak ketika tukang parkir dititipi mobil atau motor ataupun sepeda ontel, dia akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk menjalankan amanat dari orang yang menitipkannya, sebab ia benar-benar telah memiliki keyakinan bahwa itu merupakan titipan yang harus dijaga jika suatu saat pemiliknya datang untuk menjemputnya, ia tidak merasa WWWWAAAAAAAAHHHHHH dengan sederet mobil ditangannya, ia tidak merasa paling kaya dengan selarik motor dihadapannya, ia juga tidak merasa bangga dengan banyaknya sepeda ontel digenggamannya, karena ia tahu itu bukan miliknya melainkan barang yang hanya dititipkan kepadanya untuk dijaga sesuai amanat pemiliknya.

Ketika pemiliknya satu persatu datang mengambil mobilnya, mengambil motornya, mengambil sepeda ontelnya, sang tukang parkir tetap merasa besar hati dan rela melepas semua itu, sekali lagi karena ia telah menanam dalam-dalam keyakinan bahwa itu semua hanya boleh ia punya hanya pada fisiknya dan bukan pada hatinya (ZUHUD), sehingga sekalipun luluh lantak, lenyap dari genggamannya ia tetap enjoy aja, tidak setressssss dan tidak smapot. Weh weh weh

Nah masuk ke inti nih,

Sudah siapkah kita jadi tukang parkir dalam menerima titipan ALLAH SWT. baik dalam bentuk harta, tahta, fisik yang gagah/cantik, kepintaran/kepandaian dan lain sebagainya yang pasti tidak mampu saya sebutkan,

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar-Rahmaan: 13)

Sekali lagi udah siap belum sobat semua………………..

Atau jangan-jangan malah Ana sendiri yang ga siap…….waaahhh

Sekian

Wassalamu’alaikum wr.wb


Actions

Information

Leave a comment